Friday, September 23, 2022

Peningkatan Keterampilan Teknik Dan Hasil Belajar Senam Lantai Gerakan Guling Depan Menggunakan Media Bola Pada Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 2 Tarub Kabupaten Tegal

 

Peningkatan Keterampilan Teknik Dan Hasil Belajar Senam Lantai Gerakan Guling Depan Menggunakan Media Bola Pada Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 2 Tarub Kabupaten Tegal Peningkatan Keterampilan Teknik Dan Hasil Belajar Senam Lantai Gerakan Guling Depan Menggunakan Media Bola Pada Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 2 Tarub Kabupaten Tegal 

BAB 1 PENDAHULUAN 

 A. Latar Belakang masalah 

Pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup, Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang di ajarkan di sekolah memiliki peranan yang sangat penting yaitu memberikan kesempatan belajar kepada siswa untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih yang dilakukan secara sistematis. Pendidikan mempunyai sasaran paedagogis, oleh karena itu kurang lengkap tanpa adanya pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan karena gerak sebagai aktivitas jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenal dunia dan dirinya sendiri yang secara alami berkembang searah perkembangan zaman. 

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan merupakan materi pelajaran yang sangat penting diajarkan di sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan sebagai media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, ketrampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap mental, emosional, sportifitas, spiritual, sosial) serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang. 

Banyak persoalan dalam belajar pendidikan jasmani yang sering kita jumpai seperti siswa sulit menghadapi materi yang disampaikan oleh guru, siswa tidak menyenangi mata pelajaran tertentu, pelajaran yang disampaikan menjenuhkan, sukar dipahami, dan kurang menarik. Kesulitan belajar dalam pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan pada umumnya terletak pada karakteristik gerakan yang dipelajari. Makin komplek suatu gerakan, makin sukar untuk dipelajari dan makin banyak siswa tidak menguasainya. Makin sukar gerakan atau keterampilan gerak yang dipelajari, makin diperlukan model belajar yang cukup efektif. Metode pembelajaran atau model pembelajaran yang baik apabila dapat diterapkan dalam situasi belajar mengajar yang menyenangkan, dapat dipahami, dan mudah dilaksanakan oleh siswa, untuk tujuan yang telah ditetapkan. Penerapan metode pembelajaran yang efektif dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: tujuan yang akan dicapai, kemampuan guru dalam menggunakan metode tersebut, kemampuan siswa, besarnya kelompok yang akan diajar, waktu, dan fasilitas yang tersedia. 

Dalam proses pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, masih banyak guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang menggunakan model pembelajaran yang sudah tua yaitu metode bagian atau “part method”. Dalam mengajarkan keterampilan gerak model ini disebut metode tradisional. Sedangkan model-model baru yang didasari oleh teori baru dan penelitian empiris masih kurang dipergunakan. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap hasil pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan di sekolah. 

Seorang guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan tidak hanya dapat melakukan pengajaran yang bersifat konvensional di kelas yang berupa kajian teori semata tetapi dituntut dapat mengajarkan berbagai ketrampilan gerak dasar, teknik dan strategi permainan olahraga yang melibatkan unsur fisik, mental, intelektual, emosional dan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut seorang guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan perlu menerapkan metode pembelajaran yang tepat dan dipahami oleh siswa dalam suasana belajar yang menyenangkan. 

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan meliputi : Pemainan dan olahraga, Atletik, bela diri, kebugaran jasmani, uji diri/senam, senam irama, renang, pendidikan luar kelas, dan budaya hidup sehat. Semua materi itu diaplikasikan ke dalam Standar Kompetensi maupun Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh semua siswa. 

Senam lantai merupakan salah satu Standar Kompetensi mapel Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan terdiri dari beberapa kompetensi dasar seperti : guling depan (forward roll), guling belakang (back roll), lenting tengkuk (neck kip), meroda, sikap lilin, dan sebagainya. Untuk dapat melakukan geraka-gerakan dalam senam lantai diperlukan kekuatan, kelenturan, kecepatan, ketepatan, dan yang tidak kalah penting adalah keberanian untuk melakukannya. Gerakan dalam senam lantai cenderung sulit dilakukan dan menimbulkan ketidaknyamanan atau rasa sakit, hal ini menjadikan senam lantai kurang diminati oleh siswa. Olahraga senam lantai, khususnya guling depan memerlukan keberanian dan teknik yang benar agar siswa dapat melakukannya dengan baik dan benar tanpa mengalami cidera. 

Ketercapaian keterampilan teknik dan hasil belajar senam lantai gerakan guling depan kelas VII-A di SMP Negeri 2 Tarub Tahun Pelajaran 2015-2016 masih rendah, hasil pengamatan dan tes praktek, sebelum penelitian tindakan kelas didapatkan data sebagai berikut: Jumlah siswa 32 anak, yang melakukan sikap awal guling depan dengan baik dan benar 16 anak (50%), yang dapat melakukan gerakan mengguling dengan baik dan benar 14 anak (43%), sedangkan siswa yang dapat melakukan sikap akhir gerakan guling depan dengan baik dan benar 12 anak (33%), siswa yang tuntas belajar 14 anak (43%), siswa yang tidak tuntas belajar 18 anak (56,25 %), daya serap klasikal tercapai 43%. Ketentuan seorang siswa disebut tuntas belajar (tercapai KKM) bila telah mencapai skor 75, sedangkan suatu kelas disebut tuntas belajar bila di kelas sekurang-kurangnya terdapat 85% siswa yang telah tuntas belajar (tercapai KKM). 

Berdasarkan pada pengamatan dan analisis peneliti, yang juga sebagai guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan saat mengajar, materi senam lantai gerakan guling depan, diketahui bahwa kesulitan yang dialami siswa dalam melakukan gerakan senam lantai gerakan guling depan, dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian yaitu: sikap awal (posisi kaki, meletakan kedua tangan pada matras, penempatan bagian belakang kepala/tengkuk), gerakan mengguling ( sikap dan bentuk tubuh saat berguling), sikap akhir (posisi kaki, bentuk tubuh, sikap tangan, dan pandangan mata), ditambah faktor non teknis yaitu kekhawatiran dan rasa takut untuk melakukan gerakan guling depan. 

Pembelajaran senam lantai selama ini menggunakan metode ceramah dan penugasan, penggunaan media dan alat bantu pembelajaran belum digunakan secara optimal, siswa dihadapkan pada situasi belajar mengajar yang sama dan berulang-ulang sehingga proses belajar mengajar menjadi monoton, ini dapat menimbulkan rasa bosan bagi siswa dan guru itu sendiri. 

Untuk mengatasi hal tersebut di atas, peneliti memandang perlu menerapkan metode pembelajaran yang lebih bervariasi, kreatif, dan inovatif. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat jika metode tersebut sesuai dengan karakteristik siswa, memenuhi kebutuhan siswa, dan sesuai kemampuan guru. serta memotivasi siswa berani melakukannya dan dengan teknik yang benar. 

Bola merupakan alat pembelajaran yang sangat digemari oleh siswa, penggunakan bola sebagai media bantu dalam pembelajaran senam lantai gerakan guling depan diharapkan akan menimbulkan suasana yang menyenangkan dan mengurangi rasa takut untuk melakukan gerakan senam lantai gerakan guling depan. Penggunaan bola dalam pembelajaran ketrampilan teknik senam lantai gerakan guling depan yaitu dengan meletakan bola di antara dua kaki, dan sebagai batas penempatan kepala bagian depan (dahi). Penempatan bola di antara dua kaki dengan tujuan memperlebar jarak kaki, dan sebagai control pada saat melakukan berguling agar kedua kaki tetap dalam posisi sejajar, media bola sebagai alat bantu tersebut juga dapat digunakan sebagai batas penempatan kepala bagian depan sehingga kepala tidak terlalu jauh dari kaki dengan demikian akan mempermudah pelaksanaan gerakan guling depan. 

Tertarik dengan permasalahan di atas akan dikaji lewat Penelitian Tindakan Kelas dengan judul “Peningkatan Keterampilan Teknik Dan Hasil Belajar Senam Lantai Gerakan Guling Depan Menggunakan Media Bola Pada Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 2 Tarub Kabupaten Tegal” 

B. Identifikasi Masalah 

Proses pembelajaran senam lantai pada siswa kelas VII-A SMP Negeri 2 Tarub mengalami berbagai permasalahan yang dapat di identifikasikan sebagai berikut: 

1. Kurangnya motivasi siswa dalam melakukan senam lantai karena gerakan dalam senam lantai sulit dilakukan dan dapat menimbulkan rasa sakit. 

2. Siswa tidak memahami tujuan pembelajaran senam lantai gerakan guling depan. 

3. Siswa tidak memahami manfaat mempelajari senam lantai gerakan guling depan. 

4. Kedisiplinan siswa yang masih kurang dalam melakukan teknik dan gerakan guling depan sesuai yang diinstruksikan oleh guru. 

5. Penerapan metode belajar dan media bantu pembelajaran yang tidak tepat dapat menimbulkan suasana belajar yang tidak menyenangkan. 

6. Rendahnya kemampuan siswa dalam melakukan keterampilan teknik senam lantai gerakan guling depan. 

7. Rendahnya hasil belajar senam lantai gerakan guling depan pada siswa kelas VII. 

C. Batasan Masalah 

Berdasarkan identifikasi masalah dan agar penelitian menjadi lebih terfokus serta efektif, maka pada penelitian ini akan dibatasi masalah-masalah yang terjadi pada pembelajaran senam lantai gerakan guling depan pada siswa kelas VII-A SMP Negeri 2 Tarub sebagai berikut: 

1. Rendahnya kemampuan siswa dalam melakukan keterampilan teknik senam lantai gerakan guling depan. 

2. Rendahnya hasil belajar senam lantai gerakan guling depan. 

3. Penerapan metode belajar menggunakan media bola dalam pembelajaran keterampilan teknik dan hasil belajar senam lantai gerakan guling depan. 

D. Rumusan Masalah 

Berdasarkan identifikaasi masalah dan pembatasa masalah di atas maka dapat dirumuskan masalah yang dapat diteliti yaitu: 

1. Apakah penggunaan media bola dapat meningkatkan keterampilan teknik senam lantai gerakan guling depan pada siswa kelas VII-A semester genap SMP Negeri 2 Tarub? 

2. Apakah penggunaan media bola dapat meningkatkan hasil belajar senam lantai gerakan guling depan pada siswa kelas VII-A semester genap SMP Negeri 2 Tarub? 

E. Tujuan Penelitian. 

a. Untuk mengetahui peningkatan keterampilan teknik senam lantai gerakan guling depan menggunakan media bola pada siswa kelas VII-A semester genap SMP Negeri 2 Tarub Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2015-2016. 

b. Meningkatkan hasil belajar senanm lantai gerakan guling depan mengguakan media bola pada siswa kelas VII-A semester genap SMP Negeri 2 Tarub Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2015-2016. 

 F. Manfaat Penelitian 

Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi semua pihak yang terkait yaitu: 

1. Bagi siswa, dengan model dan penggunaan alat bantu pembelajaran lebih bervariasi, dan mereka dapat termotivasi untuk belajar dengan mudah, aman, dan dalam suasana yang menyenangkan. 

2. Bagi guru Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan, untuk meningkatkan kualitas mengajar dengan menerapkan metode mengajar yang bervariasi dan inovatif agar pembelajaran lebih bermakna dan berhasil secara optimal. 

3. Bagi sekolah, semoga hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai perbendaharaan metode dan model pembelajaran. 

Demikian Penelitian tindakan Kelas dengan judul Peningkata Keterampilan Dan Hasil Belajar Senam Lantai Gerakan Guling Depan Menggunakan Media Bola Pada Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 2 Tarub yang dapat admin Share Semoga bermanfaat. jika ada pertanyaan silahkan sampaikan pada kolom komentar yang tersedia. terima kasih

No comments:

Post a Comment